Keteladanan Kiahmad “Peci Merah”

KETELADANAN KIAHMAD PECI MERAH

Keteladanan Kiahmad Peci Merah

Mengambil dari intisari ceramah KIAI BALAP dengan judul “KIAI AHMAD”. Kisah Keteladanan Kiahmad peci merah sangat menarik untuk di simak. Terlahir dari keluarga serba kekurangan dan minimnya pendidikan agama, Ahmad kecil telah memiliki kepedulian tinggi terhadap orang tua.

untuk memenuhi kebutuhan makan, ahmad kecil sehari hari memancing ikan, hasilnya dijual untuk membeli bahan pangan. Kebiasaan itu terus dilakukan sampai dua tahun lamanya.

Pada suatu hari ahmad bertemu seorang santri yang mengajaknya untuk belajar ngaji. karna tidak memiliki bekal,Untuk memenuhi kebutuhan makan saat belajar ahmad diposisikan sebagai tukang masak didapur pondok pesantren.

Berkat kegigihan dan keuletannya,  setelah 16 tahun menimba ilmu, ahmad tumbuh menjadi seorang alim dan mendapat hadiah cendra mata dari gurunya yaitu berupa PECI MERAH atau dalam bahasa sunda disebut KOPEAH BEUREUM.

Kemana dan dimanapun PECI MERAH itu selalu dipakainya. Menjadi ikon dan ciri khas ki ahmad oleh masyarakat luas. Sehingga masyakat memanggilnya dengan sebuatan si peci beureum atau sipeci merah.

Untuk memanfaatkan ilmu, Ki ahmad membuat gubuk kecil sekedar berbagi ilmu kepada sesama. Lambat laun santrinyapun semakin bertambah.Tingginya ilmu tak merubah sikap ahmad menjadi sombong namun justru semakin sederhana baik dalam kata dan penampilan.

Dalam pengembaraannya mencari jodoh, ahmad menjadi “buruh tani” pada haji hasan seorang saudagar kaya yang memiliki mandor bernama karman yang sangat arogan. Kearoganan karman selalu dihadapi dengan senyum dan kesabaran. Berbagai perlakukan kasar dilakukan karman kepada ki ahmad  namun lagi lagi ahmad menghadapinya dengan kesabaran tanpa batas. Padahal Ki ahmad telah memiliki banyak santri dan dipanggil Kyai.

Buah kesederhanaan dan kesabarannya membuat ratna minarsih anak sang juragan terpesona. Gadis cantik mempesona yang diimpikan banyak pemuda itu kemudian menjadi istri sah sang Kiai.

Apa Intisari Pelajaran Cerita Kiai Ahmad ?

Untuk menjadi orang besar dan mencapai kesuksesan kita tidak usah berkecil hati karna kondisi saat ini. Berasal dari keluarga sederhana dengan hidup seadanya bukan berarti kita harus menyerah dan menerima nasib akan keadaan. Perlu ada ikhtiar dan usaha keras untuk mengubah keadaan yang lebih baik.

Dengan niat kuat, kerja keras dan memuliakan kedua orang tua tidak ada yang tidak mungkin ikhtiar dan kerja keras itu menghantarkan kita pada yang kita tuju.

Perjalananan mencapai cita sudah pasti memiliki tantangan tersendiri, dan akan bertemu dengan figur figur manusia dengan berbagai karakter. Sikap merendah hati yang dilakukan ki ahmad dengan tanpa harus membalas figur arogan justru membuahkan balasan yang berakhir kebahagiaan.

Bagaimana meneladani Kiai ahmad ?

Penulis mencoba mengikuti kebiasaan ki ahmad untuk memakai peci merah atau kopeah beureum ( bahasa sunda ) kemanapun dan dimanapun berada. Penulis juga mencoba mencontoh semangat beliau dalam berjuang dalam kondisi keterbatasan.

Pada akhirnya penulis juga berikhtiar agar mampu meneladani sikap rendah hati dan kesabaran beliau ditengah tingginya ilmu yang dimiliki, ibarat ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk bukan menengadah.

Perjalanan hidup masa lalu adalah sejarah, dan sejarah selalu berulang. Bila ki ahmad dengan segala keterbatasan namun tekun dan sabar dalam berjuang mendapat istri cantik dan solehah bernama ratna minarsih, Bila jokowi seorang tukang mebel bekerja keras dalam berjuang dan berhasil menjadi presiden RI,  bukan mustahil bila penulis yang saat ini berprofesi tukang batu nisan dengan meneladani ki ahmad juga bisa menjadi seorang presiden dimasanya nanti.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.