Gandeng PLN, Pemprov DKI Bangun Pabrik Pengolahan Sampah di Rorotan

Mengolah 2.000 Ton Per Hari

Ilustrasi Sampah di Bantargebang (Foto: Dok UPSTDLH)
banner 468x60

PECIMERAH.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menggandeng PT PLN (Persero) untuk kerja sama pembangunan pabrik pengolahan sampah atau refuse derived fuel (RDF) plant. Rencananya, pekan depan kedua pihak akan menggelar penandatangan nota kesepahaman alias memorandum of understanding (MoU).

“Mudah-mudahan rumusan anggaran yang telah kita rencanakan bisa selesai tahun ini. Sehingga tahun depan kita sudah bisa mulai melakukan konstruksinya,” ujar Asep Kuswanto Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta dalam siaran persnya, Jumat (28/4/2023).

Terdapat dua lokasi untuk perencanaan pembangunan RDF Plant. Pertama, pabrik pengolahan sampah akan dibangun di area Taman Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara.

Pabrik tersebut ditargetkan akan mampu mengolah 2.000 ton perhari. Sedangkan lokasi yang kedua untuk pembangunan RDF Plant yaitu di tempat pembungan sampah (TPS) 3R Pesanggrahan Jakarta Selatan dengan kapasitas hingg 50 ton sampah per hari.

Nantinya, hasi pengolahan sampah akan memproduksi bahan Bakar jumputan padat (BBJP) sebagai Co-Firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). “Pembangunan pengelolaan sampah RDF ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Saat ini pun kami sudah kerja sama dengan dua perusahaan semen dan PT PLN,” jelas Asep.

Marulina Dewi, Kepala Biro Kerja Sama Daerah (KSD) DKI Jakarta mengatakan, sebelumnya pihaknya juga telah menjalin kerjasama untuk pembangunan RDF Plant di TPU Pegadungan, Jakarta Timur. Pembangunan pabrik merupakan upaya pemprov untuk mengurangi beban sampah TPST Bantargebang, Bekasi Jawa Barat.

Dengan pembangunan tiga lokasi pengolahan sampah, dia berharap persoalan sampah di Jakarta bisa tertanggulangi. “Tanah-tanah (di Rorotan, Pesanggrahan, dan Pegadungan) milik DKI, sehingga pembangunan RDF Plant ini akan mudah untuk diimplementasikan,” kata Marulina.